Beranda > Inovasi & Kewirausahaan > Presentasi Inovasi & Kewirausahaan…(Part 1)

Presentasi Inovasi & Kewirausahaan…(Part 1)


20/06/09
brrrr…..pagi yang dingin….
Jam 7.45 bergegas ke kampus, walaupun hari sabtu, hari liburnya mahasiswa pada ‘umumnya’. Hari ini ada presentasi kelompok, mata kuliah inovasi & kewirausahaan, mata kuliahnya pak dosen terdisiplin yang ada kampusku. Setelah melewati berbagai diskusi yang cukup alot, akhirnya kelompok 4, kelompok tercintaku, memilih judul ‘Movie Touchy’. Kami akan mempresentasikan sebuah produk TI hasil hayalan kami yang berupa software untuk toko/rental CD dan DVD dengan kelebihan dapat menyajikan trailer film. Hmm…sebenarnya cukup gak tahu juga soal ‘tema dadakan ini’. Tapi apa boleh buat, jumat pagi, sehari sebelum prsentasi, kami baru tahu kalau ide ‘cemerlang’ kami untuk membuat software pemesanan makanan+pembayaran di restoran itu sudah ada, bahkan sudah dipakai oleh sekitar 130 restoran di Indonesia. Nasib tinggal di kota kecil yang tak semacet Jakarta memang membawa kami cukup ‘gaptek’…
Uupz, hampir lupa, ini nama-nama kelompok kami: chal, nggit, me, day, mbyu, La, n mhut. Tujuh orang mahasiswa yang bisa dibilang memiliki potensi besar untuk membuat suatu diskusi yang ‘dahsyat’. Terbukti, untuk penentuan judul saja, kami harus berdebat hingga beratus detik. Mulai dari software untuk restoran, alarm buang sampah, flashdisk bluetooth , kacamata peta, dan yang terakhir judul yang kami angkat dalam presentasi kami. Dan perdebatan tak sampai di situ saja, setelah memilih software “Movie Touchy’ , kami juga harus beradu nonfisik tentang penulisan kata ‘cuplikan film dalam bahasa Inggris’, Chal dengan ‘thriller’nya, sedangkan yang laen dengan ‘triller’, ‘trailler’ dan ‘trailer’. Setelah penentuan kata ‘trailer’ sebagai pemenangnya, debat baru pun dimulai, debat tentang prinsip/cara kerja ‘software hayalan’ kami. Semua kepala memiliki hayalan dan ide yang berbeda hingga akhirnya jarum jam yang menunjukkan pukul 4.30 sore memaksa kami untuk menyamakan pendapat. Pendapat yang akhirnya dibuat dalam file dengan ekstensi .pdf dan dikirim ke email dosen kami.
Lagu new entry ‘ta’ gendong’ di hp muth menemani tahap penyelesaian tugas kami. Berhubung matahari telah terbenam, kami harus pulang .
Di rumah…
Nyalakan laptop buat melihat-lihat kembali materi untuk presentasi besok. Zzzzzt…Zzzzzt…hp bergetar. Oh, No! Di kampus lama mati lampu . Muth gak bisa mengirim tugas kami, laptopnya menggunakan prinsip kerja ‘pemancingan’, jadi harus dipancing dulu. Putar otak sejenak, hingga kuputuskan untuk meminta muth mengisikan pulsa modemku. Ok, masalah selesai. Sambil tunggu transfer pulsa, cek file tugas dulu. Ehm…Ihh..Wauw…file yang dicopykan oleh si pemegang ‘thriller’ dalam entuk pdf. So, bagaimana mau ngedit? Putaran otak dilanjutkan lagi, tidak ada jalan lain, ketik ulang. 1,2,3,…10 menit berlalu, ketikan selesai, pulsa pun telah masuk ke modem. Zzzzt…Zzzzt…hp bergetar untuk kesekian kalinya setelah ada 2 pangilan tak terjawab dari La, sms mbyu yang menawarkan pulsa 25ribu untuk modemku, dan kali ini sms dari muth. Ehm…Ohh..Ihh..Wouw…!! Lampu di kampus lama sudah menyala, kalau lagu mengatakan -terlanjur basah ya sudah mandi kembali-, OK. Lengkapi ketikan dengan beberapa gambar dan jam 9.00, file sudah siap untuk dikirim. Connect ke internet, buka account di Yahoo dan Google, tulis email tujuan, lampirkan file, tulis beberapa kata sebagai isi email, dan klik ‘SEND’. Email pun terkirim satu jam sebelum batas akhir pengumpulan. Sebelum tidur, just want to say ‘GOOD NIGHT’…doorr 3+w1n…reject.
Dan presentasi pun dimulai…
Jam 7.50 tiba di kampus, pak dosen sudah ada di sana -entah sudah berapa lama ia berdiri di lobi kampus-. Kami naik ke lantai setelah lantai 1, masuk ke ruangan sebelum ruang 19, dan duduk di sana. 1,2,3,…9 orang mahasiswa datang sebelum pak dosen menyatakan waktu penutupan pintu. Presentasi kelompok pertama yang terdiri dari 3 orang dengan peserta dari kelompok lain sebanyak 7 orang pun dimulai. ‘File Touch’ adalah judul yang mereka angkat hari ini. Sebuah ide anak bangsa untuk memprotect file mereka dengan sidik jari -akankah ini terwujud? biarkan takdir yang menjawabnya-. Belum pernah saya mengikuti diskusi panel dengan jumlah peserta 10 orang namun ‘hidup’ bagaikan diikuti oleh 1 kelas penuh. Kelompok 1 dibanjiri pertanyaan yang mungkin kurang mereka pahami -sehingga tak ada satupun pertanyaan yang dianggap mendapat jawaban yang baik oleh pak dosen-.
09.00…waktunya kelompok 2 untuk maju mempresentasikan ide mereka yang cukup cemerlang -do re mi ipood-. Angota kelompok ini tak kalah hebatnya dengan 3 orang dari kelompok sebelumnya. Walaupun ‘seorang’ diri, tapi bisa dibilang semua pertanyaan mendapat jawaban yang ‘memuaskan’ . Sepanjang diskusi hanya satu kali kulihat ia kehabisan kata-kata, yakni saat mengatakan -convert error-. Hmm…

to be continue

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: